Selasa, 30 Juli 2019

Dilema di tengah persiapan KNM

Selama liburan ini sedang disibukkan dengan persiapan KNM (Kamp Nasional Mahasiswa). KNM ini hadir untuk memperlengkapi peserta yang sudah dibina dalam kelompok pemuridan untuk memiliki ketajaman wawasan  dalam dunia profesi dan kaitannya dengan panggilannya sebagai saksi Kristus untuk menghadirkan kerajaan Allah dimanapun Tuhan tempatkan. kalo dilihat dari deskripsinya mungkin Kamp ini lebih cocok untuk diikuti oleh teman-teman semester akhir, yang mungkin saat ini sedang bergumul akan panggilannya setelah lulus kuliah.

sejujurnya hal ini menjadi dilema tersendiri bagi saya ketika mengikuti KNM, mengingat saat ini belum bisa dikatakan sebagai mahasiswa semester akhir. sebetulnya, ini bukan Kamp pertama yang saya ikuti untuk mempersiapkan calon alumni. sebelumnya juga pernah, jujur saja semangat  hanya diawal beberapa minggu setelah kamp itu selesai. beberapa bulan kemudian, semangat mulai kendor. apa yang didapat selama kamp tersebut, tidak benar-benar saya pelajari atau terapkan. setiap kali ada dalam refleksi pribadi, saya sering kali membela diri "ahh mungkin materi Kamp itu memang belum cocok diterapkan di kondisi sekarang, nanti kalo udah alumni baru bisa benar-benar diterapkan".  

ditengah dilema ini, iseng-iseng membuka jurnal pribadi dan menemukan beberapa catatan-catatan singkat untuk diri sendiri yang ditulis 16 Januari 2019
  • kadang kita terlalu bersemangat dan sibuk dengan zona nyaman, dengan usaha "menggemukkan" kerohanian diri sendiri tapi tidak ada kontribusi bagi bangsa dan negara ini
  • berteori, berseminar, berdoa mudah tetapi bertindak dengan benar tidak mudah
setelah membaca catatan tsb di tengah dilema akan KNM, terlintas beberapa pertanyaan refleksi 
  • apakah dengan mengikuti KNM ini hanyalah usahamu untuk "menggemukkan" diri sendiri, mel ?
  • apakah kau mau dengan rendah hati meminta Allah menolongmu untuk bertindak dengan benar dan menjaga semangatmu bahkan setelah KNM telah selesai, mel ?
akan ada banyak kerikil kecil dalam perjalanan hidupmu
yang kapan saja dapat membuatmu tergelincir
selalu ada duri-duri tajam di setiap ruas perjalanan hidupmu
yang kapan saja dapat menusukmu

berhati-hatilah dalam melangkah
nikmatilah kecelakaan akibat kerikil dan duri itu
sebagai bagian dari proses hidupmu

Langit Malam

Malam ini, langit sedang cantik-cantiknya
Memandangi langit dari depan teras rumah selalu jadi kebiasaan kita, kala itu
Diantara kita berdua
Biasanya kau yang paling suka bercerita
Apapun yang terjadi hari itu, pasti kau ceritakan
dan seperti biasa
Aku pendengar yang selalu suka mendengarkan cerita-ceritamu

Malam ini, langit sedang cantik-cantiknya
Tapi kau tak lagi disini
Aku tak lagi menjadi pendengar ceritamu
...

Apa kabarmu disana ?

Ready for 2021 ??

Perjalanan memasuki 2021 tinggal beberapa jam lagi