sejujurnya hal ini menjadi dilema tersendiri bagi saya ketika mengikuti KNM, mengingat saat ini belum bisa dikatakan sebagai mahasiswa semester akhir. sebetulnya, ini bukan Kamp pertama yang saya ikuti untuk mempersiapkan calon alumni. sebelumnya juga pernah, jujur saja semangat hanya diawal beberapa minggu setelah kamp itu selesai. beberapa bulan kemudian, semangat mulai kendor. apa yang didapat selama kamp tersebut, tidak benar-benar saya pelajari atau terapkan. setiap kali ada dalam refleksi pribadi, saya sering kali membela diri "ahh mungkin materi Kamp itu memang belum cocok diterapkan di kondisi sekarang, nanti kalo udah alumni baru bisa benar-benar diterapkan".
ditengah dilema ini, iseng-iseng membuka jurnal pribadi dan menemukan beberapa catatan-catatan singkat untuk diri sendiri yang ditulis 16 Januari 2019
- kadang kita terlalu bersemangat dan sibuk dengan zona nyaman, dengan usaha "menggemukkan" kerohanian diri sendiri tapi tidak ada kontribusi bagi bangsa dan negara ini
- berteori, berseminar, berdoa mudah tetapi bertindak dengan benar tidak mudah
- apakah dengan mengikuti KNM ini hanyalah usahamu untuk "menggemukkan" diri sendiri, mel ?
- apakah kau mau dengan rendah hati meminta Allah menolongmu untuk bertindak dengan benar dan menjaga semangatmu bahkan setelah KNM telah selesai, mel ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar