bagian yang paling menyakitkan saat overthinking menghampiri. saat apa yang diharapkan ternyata tidak sesuai dengan yang terjadi. padahal sudah membekali diri dengan banyak informasi dan berharap realitanya akan seperti yang diharapakan. namun sayang, tidak selalu seperti itu.
"mengapa jadi begini ?" "mengapa sebodoh ini ?" "mengapa tidak masuk akal untuk terjadi ?" mengapa dan mengapa ...
lucu ya, kita suka lupa kalau kita masih manusia. sebodoh itu, selemah itu, serapuh itu. se-tidak ideal itu. tapi kita selalu berusaha untuk mengendalikan segala sesuatu. "dibunuh" oleh pikiran sendiri.
padahal tak ada yang menuntut kita untuk terus menjadi sempurna. tak ada yang memaksa kita untuk terus menjadi ideal. gagal dan ketidak-idealan dalam perjalanan hidup menjadi bukti bahwa kita masih manusia, bukan begitu ?
kalau dipikir-pikir, sebenarnya Tuhan meminta kita untuk menikmati setiap proses bersama-Nya dan menjadi lebih baik setiap harinya. bukan kita yang berusaha menjadi sempurna tapi Dia sendiri yang akan menyempurnakan kita. kalau hari ini gagal ? ya besok berusaha lagi. kalau hari ini jatuh ? ya besok bangkit lagi. kalau hari ini keliru ? besok belajar lagi.
lalu ... bagaimana dengan harapan yang disematkan pada diri sendiri ?
harusnya harapan itu menjadi roda yang menggerakkan kita untuk semangat setiap harinya bukan malah menjadi sarana untuk menghakimi diri sendiri. kalau melakukan kesalahan atau gagal, jangan terlalu lama bersedih. jadikan ketidaksempurnaan itu sebagai dialog-dialog yang diceritakan pada-Nya, meminta Dia menuntun kita untuk dapat memperbaiki diri setiap harinya.
memang tidak mudah bertumbuh dalam proses yang kadang tidak mengenakan. bersabarlah, mungkin nanti kita akan menuai hasil yang indah dan menikmatinya bersama Dia dan mereka yang dikirim-Nya menemani kita dalam proses yang panjang itu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar